Wisuda Sarjana ke-29 dan Pascasarjana ke- 8 STKIP Siliwangi Bandung

Sabtu, 15 Agustus 2015

_MG_8886

Pada tanggal 8 Agustus 2015, STKIP Siliwangi Bandung kembali menyelenggarakan upacara wisuda S1 ke-29 dan Pascasarjana ke-8. Bertempat di Aula Graha Panca Bhakti STKIP Siliwangi Bandung, upacara wisuda yang diikuti oleh 801 orang wisudawan yang berasal dari Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Program Magister Pendidikan Luar Sekolah dan Program Magister Pendidikan Matematika.
Pada acara tersebut dihadiri oleh seluruh Pimpinan dan Sivitas Akademika STKIP Siliwangi Bandung, serta tamu undangan dari Ketua Yayasan Kartika Jaya, Ibu Sri Mardariani, SH, SM.. juga Ketua Yayasan Kartika Jaya Siliwangi Cabang XIX Kodam III/ Siliwangi Ny. Eulis Dedi Kusnadi Thamim, Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof. Dr. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc, Dewan Penyantun Letjen (TNI) Sony Widjaya dan berbagai Undangan dari Unsur Muspika Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP Siliwangi Bandung Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd. menyampaikan bahwa STKIP Siliwangi sejak berdiri pada tahun 1986 hingga saat ini telah melahirkan sebanyak 20.637 orang dan Pascasarjana (S2) sebanyak 477 orang. Perjalanan panjang STKIP Siliwangi Bandung, telah melahirkan berbagai lulusan yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Sebaran lulusan yang menyeluruh dari Sabang sampai Merauke, bahkan di luar negeri telah menunjukkan bahwa eksistensi STKIP Siliwangi selama 29 tahun, diakui oleh para pengguna lulusan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat STKIP Siliwangi berpuas diri, berbagai program penelitian, pengembangan model pendidikan hingga pendekatan pengabdian kepada masyarakat masih terus dikembangkan. Sesuai dengan visi STKIP Siliwangi Innovative Campus, Berkualitas Biaya Pas, sivitas akademika terus berupaya mengembangkan program pendidikan terbarukan dan bermutu serta mampu diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan sarana prasarana, tidak hanya penambahan gedung, bahkan peningkatan kompetensi dosen pun terus didorong untuk dapat mencapai tingkat yang paripurna. Perluasan kerjasama luar negeri juga terus dikembangkan, hal tersebut terlihat dari berbagai Kesepakatan Kerjasama yang dilakukan dengan Universitas Guangdong China, Naruto University Jepang, Universitas Shizuoka Jepang, Universitas Kebangsaan Malaisya, Universitas Tengku Ibrahim Malaisya, dan IPGM Malaisya. Ketua STKIP Siliwangi Bandung, saat ini tengah mengembangkan konsep pendidikan guru prawira. Dimana para mahasiswa akan diberikan pembekalan karakter keperwiraan yang lebih kuat sesuai dengan motto Kodam III/ Siliwangi “Esa Hilang Dua Terbilang”. Hal ini merupakan perwujudan bakti Siliwangi dalam membangun dunia pendidikan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan di masa yang akan datang. Dalam kesempatan ini pula, Ketua STKIP Siliwangi Bandung mengucapkan terima kasih kepada para penyantun, para Kepala Daerah dan Instansi yang telah memberikan dorongan dan dukungan dalam pengembangan STKIP Siliwangi hingga saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kartika Jaya Siliwangi Cabang XIX Kodam III/ Siliwangi Ny. Eulis Dedi Kusnadi Thamim, mengungkapkan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil meraih kelulusan pada program pendidikan sarjana dan pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung. Serta berharap bahwa para lulusan STKIP Siliwangi harus mampu untuk dapat mengamalkan ilmu dan pengalamannya di tengah masyarakat. Karena nilai utama para sarjana di tengah masyarakat adalah kemanfaatan ilmu pengetahuannya terhadap pembangunan kualitas kehidupan masyarakat.

Senada dengan Ketua Yayasan Kartika Jaya Siliwangi Cabang XIX Kodam III/ Siliwangi, Pangdam III/ Siliwangi, Mayjen (TNI) Dedi Kusnadi Thamim dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Irdam III/ Siliwangi Kolonel Inf. Moelyono Aji, mengungkapkan bahwa nilai utama lulusan perguruan tinggi adalah kecendekiawanan yang diwujudkan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, memiliki kekuatan akidah dan kedalaman spiritual, mandiri, siap bersaing secara sehat dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, serta mampu memimpin dan berperan sebagai penggerak kemajuan masyarakat. Sehingga kehadirannya dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah IV, Prof. Dr. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc. mengungkapkan bahwa peran utama para sarjana adalah mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat. Beliau menekankan bahwa nilai hidup seseorang hanya tergantung kepada seberapa besar kontribusi yang orang tersebut berikan bagi kehidupan ini. Mengutip pendapat Edward de Bono, Prof. Dr. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc. menyatakan bahwa sarjana harus memiliki kemampuan untuk menguasai Lateral Thinking, yaitu kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai pengetahuan menjadi solusi permasalahan kehidupan masyarakat. Dan di akhir sambutannya, ia juga mengungkapkan bahwa dibalik penguasaan ilmu pengetahuan seorang sarjana dibutuhkan adanya karakter kesantunan dan keshalehan yang kuat. Hal ini akan menciptakan karakter kecendekiawanan dan kearifan dalam setiap perilaku seorang sarjana.

Sedangkan Direktur Kemahasiswaan Kemristek Dikti, Dr. H. Didin Wahyudin, M.Pd. mengungkapkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi merupakan sebuah langkah awal untuk menanamkan karakter-karakter positif yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan membelajarkan masyarakat. Wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Namun langkah awal dalam menempuh perjalanan sebagai seorang intelektual, yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat. Inilah nilai sejati dari seorang sarjana dan magister. ()